Bila kita bertemu....

Aku tahu semua yang pernah kita lalui hanyalah sepenggal hiasan yang pernah dititipkan Tuhan untuk kita. Yang manis pernah kita nikmati bersama dan yang pahit pun pernah kita lalui. Namun rasa sakit ini sayang, hanya aku sendiri yang merasakan. Meskipun semakin sirna oleh waktu namun tak kan padam dalam pikiranku di kala sendiri.

Bila nanti pancaran mentari datang lagi menggambarkan senyumku. Tepis dia jauh – jauh  dan gantikan aku dengan senyumnya yang lebih menawan. Jika bintang mengingatkanmu tentang desahan nafasku yang lembut, gantikan dia dengan angin malam yang bercengkrama di malam yang bisu. Ketika hujan gerimis menyambutmu dalam kenangan indah kita bersama, berteduhlah agar  kau tak kebasahan dan tenggelam dalam ilusi – ilusi kecil yang berputar-putar.

Untuk seseorang yang berjalan dengan kedua kakinya , pagi ini aku beranjak menuju kota itu. Bila dalam dua belas langkah kita bertemu dan aku tak melihatmu, menjauhlah. Jangan sekalipun ada niatmu untuk menyapaku lagi. Bersembunyilah kau ke tempat yang mungkin tidak akan aku lihat. Hingga sesuatu membuatku beranjak meninggalkan tempat itu.

Namun bila kita tak sengaja saling menatap. Maka pasanglah raut muka seperti saat kau bertemu dengan orang yang tak pernah kau kenal. Sapalah aku secukupnya saja, jangan kau tambahkan kata-kata yang akan memperpanjang percakapan kita. Segeralah beranjak dari hadapanku sebelum dirinya menyadari bahwa aku pernah ada di hatimu.

Mungkin,  sore ini setelah aku bertemu denganmu akan lebih mengagumkan bila memandang matahari yang terbenam diantara mega-mega yang menjingga. Duduk menikmati indahnya lukisan Tuhan di kala senja. Menghilangkan bekas-bekas lukaku yang baru saja sembuh. Berharap ketika matahari yang sama juga akan terbit di hari esok, aku akan menemukan rasa baru yang menyapaku dengan ketulusannya.

Tapi, bila di detik yang sama kau juga mempunyai niat yang sama denganku di kala itu. Datanglah tanpa memamerkan kemesraanmu dengannya. Bila kau ingin berbicara padaku hanya sebentar, sapa kembali aku. Dan ingat sapa seperti aku dan kamu tak pernah menjalin suatu ikatan. Berbicaralah mengenai hal-hal yang membosankan dan tidak penting. Tatap mataku seperti saat kau menatap penjual sayur di pasar – pasar. Dan bila waktu masih panjang untuk pertemuan kita, alihkan perasaanmu dengan membuat istana – istana pasir di pinggir pantai. Agar waktu cepat berlalu dan petang datang menjemput kebersamaan kita.

Di depan layar laptop ini aku hanya mengisi waktuku dengan mengetik huruf-huruf yang menjadikannya kumpulan kata. Kata yang mungkin akan kita praktekkan atau hanya kumpulan kata yang akan memenuhi entri blogku. Entah angin apa yang membuatnya lewat begitu saja di dalam pikiranku. Bagiku tak terlalu penting hingga aku benar-benar tak ingin menangkapnya.


Bukittinggi, 27 Februari 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother how are you today ?

Salam hangat

A.D.I.L.