Postingan

SAJAK BULAN PURNAMA Terangnya sinar Mengusir takut yang dalam berbinar Mengikis sesak yang disaksikan dinding kamar Membiarkan jiwa kuat membesar Lantunan mantra Seirama dengan pucuk kata penuuh harap Tepiskan kisah kisah yang lara Memberi jalan untuk asa Menjemput berkah dengan suara Nafas mengaliri pembuluh darah Menyampaikan pesan kepada yang sel-sel raga Bahwa yang dinanti segera tiba Dan bersiap untuk penyambutan Asap dupa membumbung tinggi Membiarkan harapan sampai kepada Nya Mencoba menerka nerka Kapan kita bisa menjemput kuasa Nya Siapkan tempat yang terindah Hingga ketika tiba waktunya Semua akan menjadi lebih indah dari yang dibayangkan
SUATU SIANG DI BULAN PURNAMA Sampai di suatu masa Dimana kehangatan hanyalah kiasan Tatapan tak lagi sejernih dahulu Dan obrolan hanya sekedar bahasa basa basi Aku menyaksikan pergulatan kesedihan dengan kebahagiaan Berbaur saling mengalahkan Hingga tak ada lagi bedanya Sepiku kian menjadi Dibalik makna yang aku telan dalam dalam Mengartikan sendiri Dan terbahak bahak oleh pemahaman definisi Bisakah sunyi menjadi teman setia Atau aku butuh keramaian  hingga batas waktuku bersorak sorai Aku bukan orang yang lemah Kilauku membuat orang silau Aku mencintai diriku Menemukan diri lebih dari orang Menghargai setiap perbedaan Mengibakan setiap keluhan  Dan membiarkan kekuatan menyelimuti
KEMULIAAN DIRI  Diamkan saja Tak perlu pembuktian Biarkan saja Kisah tak butuh ratapan Hempaskan saja  Jalan cerita tak harus dengan makian Sepi tak mungkin menjadi raja Dalam jiwa yang penuh asa Campurkan rinai hujan dengan sedikit tawa Hingga teduh benar-benar hangat bercengkrama Duniamu biarkan saja milikmu Yang tak paham biarkan lewat tanpa harus berseteru Layangkan senyum tanpa harap berpadu Barakan dirimu dalam kemuliaan yang melaju Hidup tak harus selalu melelahkan Detak jam tangan bisa saja melegakan Peluh pengantar riang sudah tiba di jalanan Tak sabar ingin mengecup kebahagiaan Yang setia meskipun arah lain mengusik pikiran Denpasar, 16 Nopember 2018
ATTITUDE MEDIA SOSIAL Ketika waktu telah berganti Masa depan tergantung nurani Pikiran yang semulianya tulus dengan hati Mencari jalan untuk bertepi Haruskah terus meratapi Tingkah polah penuh ambisi yang terkadang ingin menguasai Aku melihat alunan siang lebih panas dari biasa Ketika bahasa dan gimick menerjang rasa Membuat yang kita miliki tak berdaya Menonton kelebihan manusia membuat spectrum negatif tertawa dalam serat-serat akal jiwa Tak ada lagi sikap menghargai yang ada hanya mawas diri mencari kelakar dari bahasa yang dingin memikirkan cara untuk melebihi Tak ada kawan yang murni Hanya buaian notifikasi Pengakuan akan diri yang tinggi Itulah yang dicari Masih adakah kesempatan untuk orang-orang yang baru berhadapan membangun jiwa sosial yang mapan menumbuhkan empati yang tak berkesudahan sayangnya jaman masih menganggap semua relevan Perang besar hanya dimulai dari baris tulisan Denpasar, 15 Nopember 2018
"SINETRON" MEDIA SOSIAL Banyak kisah yang belakangan ini menjadi booming ketika diangkat ke media sosial. Masyarakat bak menanti-nanti episode berikutnya sama sensasinya ketika menanti-nanti episode sinetron "Tersanjung" di era 90an. Babak demi babak tercipta dengan alur yang begitu dramatis, original dan tentu saja bisa mengalihkan perhatian warganet. Sinetron Media Sosial juga interaktif dengan para penontonnya bahkan komentar pun bisa mengalihkan alur dan konsep cerita awal. Semua bisa berpartisipasi tergantung dari minat mereka akan jalan cerita itu. Terkadang bumbu-bumbu dramatis lebih terasa daripada sinetron media sosial yang hanya sudah bisa kita tebak dari awal.  Perang pandangan dan kata-kata juga menjadi materi yang menarik untuk disimak. Semua bebas berkomentar dan semua bebas menyanggah. Hingga terkadang warganet bisa terbelah akibat perang pandangan yang bisa jadi membawa unsur masa lalu ataupun unsur SARA di dalamnya.  Hal yang paling p...
TIDAK SEMUA ORANG SUKA DENGAN KITA ! Perasaan adalah salah satu hal yang paling cepat peranannya dalam mengubah mood, pandangan dan dunia kita terhadap sesuatu. Terkadang sesuatu yang sudah kita susun sedemikian rupa, ketika perasaan berkata tidak maka semua tidak akan berjalan. Perasaan bisa saja berubah karena suatu hal yang terjadi dalam waktu singkat sekalipun. Semua membawa efek yang yang sangat rumit dalam otak kita. Perkataan terkadang adalah susunan huruf yang sangat ambigu, sangat bisa bermakna ganda dalam kehidupan ini. Sangat bisa menimbulkan pertentangan. Ketika kita sudah berusaha membuat orang senang namun hal tersebut bisa saja diterima orang dengan hal yang berlawanan. Pun ketika kita bertemu dengan orang yang membenci kita. Kita tidak pernah tahu apakah maksud kita  bisa diterima sesuai dengan pandangan kita oleh orang lain. Ketika tidak ??? Kita cenderung down, kesal dan tidak bisa menerima pandangan mereka. Apalagi ketika kita tau bahwa mereka member...
BERHENTI MENYALAHKAN ORANG Seiring berjalannya waktu, seringkali kita menemukan ketidakcocokan antara batin dan apa yang kita "upload" di dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak senyum palsu dan kebahagiaan palsu yang tercipta ketika kita berhadapan dengan orang lain. Semua sibuk memikirkan pencitraan diri. Kebutuhan akan pengakuan menjadi sangat populer dalam era permisif ini. Sangat disayangkan ketika waktu kita terbuang percuma oleh suguhan-suguhan pencitraan diri di media sosial. Semua merasa paling ter- dan notifikasi respon dari yang lain memberikan sensasi tersendiri bagi diri seseorang bahkan bisa juga membangkitkan hormon endhorpin. Media sosial adalah candu. Semakin lama jiwa toleran semakin mengikis, semua sibuk memperlihatkan kehebatan pribadi. Dan implikasinya bisa jadi membawa sikap iri, dengki, amarah yang membuncah dari pihak seberang. Hanya karena susunan kata-kata dan beberapa foto dan video. Rasa dendam terselubung oleh keramahan palsu.  ...