SUATU SIANG DI BULAN PURNAMA
Dimana kehangatan hanyalah kiasan
Tatapan tak lagi sejernih dahulu
Dan obrolan hanya sekedar bahasa basa basi
Aku menyaksikan pergulatan kesedihan dengan kebahagiaan
Berbaur saling mengalahkan
Hingga tak ada lagi bedanya
Sepiku kian menjadi
Dibalik makna yang aku telan dalam dalam
Mengartikan sendiri
Dan terbahak bahak oleh pemahaman definisi
Bisakah sunyi menjadi teman setia
Atau aku butuh keramaian
hingga batas waktuku bersorak sorai
Aku bukan orang yang lemah
Kilauku membuat orang silau
Aku mencintai diriku
Menemukan diri lebih dari orang
Menghargai setiap perbedaan
Mengibakan setiap keluhan
Dan membiarkan kekuatan menyelimuti
Komentar
Posting Komentar