dia dia dia
Kita hanya sebuah cerita tambahan dalam masa-masa yang tidak kita sadari. Tenggelamkan sunyi dalam senyum yang sewaktu-waktu mampu membius. Aku yang sengaja berkompromi dengan waktu. Agar tak ada sesuatu yang terungkap. Agar terjaga utuh sampai datang saatnya. Senyum yang mengukir wajahmu kujadikan salam hangat saat aku termenung dalam jiwa yang dingin, meskipun kau menganggapnya hanya sebuah hiasan dalam ikatan persaudaraan kita. Saat aku berselimut kebosanan, aku mencarimu untuk sekedar menatap wajahmu. Menemukan sinar ketenangan dalam redupnya jiwa kesepian. Aku juga hanya menyapamu dalam hati, untuk sekedar menjadi teman bercengkrama dalam batin yang sunyi. Kesadaranku tentang logika yang telah aku tanam membuatku tak ingin bermain-main dengan sebuah rasa. Aku lebih memilih setia dan mengabdi pada logikaku sebab bahagia bukan hanya kita sendiri yang memiliki. Jika engkau menganggapku menyimpan rasa seperti sepasang merpati di musim dingin, engkau salah. Ini hanya sebuah kekaguman d...