Cerita dari Realita
Aku melihatmu dalam diam Tertegun tapi tak bungkam Memaksa pikiranku untuk berpikir rasional Tanpa ada suatu sangkutan imajinasi di dalamnya Sang Pemilik Waktu berdetak Menceritakan kisah itu di depan mataku, seakan ada yang kutinggalkan dalam kehidupan ini, ketika aku melihat betapa perih jiwa ini tergigit realita Aku dan mataku seolah beradu mencari jawaban atas pertanyaan - pertanyaan yang terpenjara dalam kepahitan Mencoba tegar, Namun air mata ini meleleh Memaksa tersenyum, Namun bibir ini masih saja tertahan Tak kuasa aku menguraikannya Bersama senyap. Meninggalkan separuh musim dalam ketidakberdayaan Melewatkan jabatan tangan yang begitu bersahabat Mengubur mimpi yang telah terlanjur di tanam Cerita ini, tergambar dalam jiwa-jiwa yang tak terduga Memberikan makna di sepanjang Iklhas itu bagai pelita di kala gelap Memberikan setitik air dalam gersangnya hati Ini hanya kisah pendek dalam 1000 tahun. biarkan kesabaran yang akan menjadi sahabat Apa pun itu, Kebenaranlah ...