"SINETRON" MEDIA SOSIAL

Banyak kisah yang belakangan ini menjadi booming ketika diangkat ke media sosial. Masyarakat bak menanti-nanti episode berikutnya sama sensasinya ketika menanti-nanti episode sinetron "Tersanjung" di era 90an. Babak demi babak tercipta dengan alur yang begitu dramatis, original dan tentu saja bisa mengalihkan perhatian warganet.

Sinetron Media Sosial juga interaktif dengan para penontonnya bahkan komentar pun bisa mengalihkan alur dan konsep cerita awal. Semua bisa berpartisipasi tergantung dari minat mereka akan jalan cerita itu. Terkadang bumbu-bumbu dramatis lebih terasa daripada sinetron media sosial yang hanya sudah bisa kita tebak dari awal. 

Perang pandangan dan kata-kata juga menjadi materi yang menarik untuk disimak. Semua bebas berkomentar dan semua bebas menyanggah. Hingga terkadang warganet bisa terbelah akibat perang pandangan yang bisa jadi membawa unsur masa lalu ataupun unsur SARA di dalamnya. 

Hal yang paling penting dalam "SINETRON" media sosial adalah pemainnya yang harus melibatkan public figure. Entah itu terlibat langsung atau hanya disebut-sebut namanya. Terkadang disertai dengan istilah "PANSOS" atau panjat sosial atau dengan bahasa yang lebih mudah dipahami "Numpang Tenar" . 

Dan kita sebagai pengguna aktif media sosial, pasti pernah melihat sinetron viral yang lewat di timeline kita. So terserah kalian saja, mau jadi penonton yang aktif atau penonton yang pasif. Kalau saya ingin menjadi penonton yang bisa mengambil hikmah dan makna dari semua sinetron di media sosial :) :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother how are you today ?

Salam hangat

A.D.I.L.