BERHENTI MENYALAHKAN ORANG

Seiring berjalannya waktu, seringkali kita menemukan ketidakcocokan antara batin dan apa yang kita "upload" di dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak senyum palsu dan kebahagiaan palsu yang tercipta ketika kita berhadapan dengan orang lain. Semua sibuk memikirkan pencitraan diri. Kebutuhan akan pengakuan menjadi sangat populer dalam era permisif ini.

Sangat disayangkan ketika waktu kita terbuang percuma oleh suguhan-suguhan pencitraan diri di media sosial. Semua merasa paling ter- dan notifikasi respon dari yang lain memberikan sensasi tersendiri bagi diri seseorang bahkan bisa juga membangkitkan hormon endhorpin. Media sosial adalah candu.

Semakin lama jiwa toleran semakin mengikis, semua sibuk memperlihatkan kehebatan pribadi. Dan implikasinya bisa jadi membawa sikap iri, dengki, amarah yang membuncah dari pihak seberang. Hanya karena susunan kata-kata dan beberapa foto dan video. Rasa dendam terselubung oleh keramahan palsu. 

Meletakkan seseorang dalam pandangan kita bukan berarti dia harus jadi seperti apa yang kita inginkan bukan?

Lalu dengan diselimuti rasa kesal mencoba mempergunjingkan mereka dalam batin kita. Membandingkan dia dengan diri kita. Hingga kita sibuk memikirkan amarah-amarah yang menggerus hal positif dalam jiwa. Terlebih lagi ketika pencapaiannya sudah melampaui batas pencapaian kita. Hingga apa yang dia katakan mengenai kehebatannya adalah tusukan tajam yang menghujam syaraf-syaraf di otak. Kita sendiri lantas merasa tersindir, tersingkir dan tidak ada apa-apanya. 

Beban itulah yang kemudian akan mengubah mental kita yang tadinya positif perlahan menjadi negatif. Semangat yang semula ada kian lama mengikis karena merasa lemah dan tak berdaya. Akibatnya produktivitas menurun karena terfokus dalam dimensi vibrasi negatif. 

Namun semua bisa diubah.
Semua bisa dilampaui dengan kata-kata dalam diri. 
Berhenti meletakkan orang lain dalam persepsi kita. 
Biarkan dia menjadi dirinya sendiri dan kita adalah diri kita sendiri. Jangan sibuk mempergunjingkan orang dan menyalahkan keberhasilannya secara bertubi-tubi. Tapi lihatlah ke dalam, ada ruang yang sangat luas yang kosong belum kita isi. Mari bersihkan sampah-sampah yang ada dalam diri kita. Dan mulai tata kembali ruang yang mampu membangun kebangkitan untuk diri kita.

Hentikan semua jika kita ingin berdamai dengan kehidupan. Mulailah berpikir positif dan tinggalkan semua yang membuat kita negatif. Berjalanlah tanpa perlu membanding-bandingkan diri kita dengan yang lain. Kita sudah punya jalan sendiri untuk meraih rejeki kita. Meskipun lambat namun harus yakin. Katakan selamat tinggal kepada mereka yang membuatmu lemah dan tidak berdaya. Berjaya bersama ruang yang kita miliki. Melaju bersama kekuatan diri sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother how are you today ?

Salam hangat

A.D.I.L.