Keangkuhan itu yang aku tak suka.

Bila saja kau seorang penganut ilmu padi. Aku akan menghormati dan menjadikanmu teladan dalam kehidupanku. Karena penghormatanku hanya untuk orang-orang yang mampu memberikanku inspirasi di hidup ini. Hei bung! Kau bukan pemilik negeri ini. Sadarlah bahwa di atas langit masih ada langit. Masih ada harimau ganas yang akan mengalahkanmu bila kau berlagak seperti kucing garong.
Dan di detik ini, aku katakan pada pemilik tahta kosong bahwa kekuasaanmu akan segera hancur apabila kau masih meneruskan kebijakan yang sangat tidak masuk akal. Jangan sampai kau dimusnahkan oleh punguk-punguk kerdil yang akan melesat jauh di atasmu.Berhati-hatilah.
Kepada pemuja cinta yang masih menganggap cinta bisa kau permainkan dengan angkuhmu. Bersenang-senanglah untuk hari ini saja. Karena siapa tahu, karma yang mungkin akan menunggumu di ujung jalan itu.
Jika angkuhmu itu sesuai dengan realita yang ada, aku ucapkan selamat. Tapi bila angkuhmu hanya sebuah nyanyian tong kosong. Maaf, aku tak mungkin akan  mengangkat topi untuk memberimu penghormatan, bahkan untuk bertepuk tangan. Tidak sama sekali.
Waktu yang memaksaku untuk memasuki perasaan hitam ini. Menjadikan benci sebagai mindset awal  bila melihatmu. Aku akan sangat rugi bila aku membiarkanmu memberiku petuah. Aku akan memilih apabila aku mau orang memasuki duniaku. Dan itu bukan kamu. Karena aku yakin tak ada sesuatu yang berguna yang aku dapatkan darimu. Dan kini, perlu kamu ketahui bahwa aku sudah mati rasa tentang dirimu.
Apabila nanti, kau tiba-tiba membayangkanku. Jangan coba-coba untuk kembali karena aku tak mau lagi berurusan denganmu. Jangan memintaku kembali, karena aku tak memiliki waktu denganmu. Hari itu telah berakhir dan tak mungkin kembali lagi. Tak ada lagi sisa waktu kita berdua. Cukup dan telah selesai sampai di sini.


Karangasem,5 Januari 2010.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother how are you today ?

Salam hangat

A.D.I.L.