“ SELAMA JANUR KUNING BELUM MELENGKUNG ”

Awalnya semua hanya sesuatu yang biasa. Hanya sebuah kalimat yang terukir karena sebuah kesempatan. Hanya kumpulan kata yang tidak penting untuk orang-orang sibuk. Yah aku simpulkan itu bukan suatu hal yang mesti aku perdebatkan.

Tapi ketika kalimat itu meresap pada akar-akar logika. Semua tak mungkin aku kendalikan. Yah kusadari ini hanya jalan panjang yang diberikan Tuhan padaku. Dan aku pun harus mensyukurinya. Sepanjang apa pun air mataku mengalir tak akan mengubahnya juga menjadi sebelumnya.

Tapi masih kupikirkan sebagai suatu keanehan. Hanya kalimat itu yang membuat semuanya harus berbeda dan semuanya yang seharusnya terjadi tak terjadi lagi. Tak mungkin aku menggugatnya karena itu adalah sebuah pilihan yang telah ditetapkan. Kalau pun aku mencoba mempertanyakannya hanya akan menjadi pertanyaan yang tak terjawab. Dan kalaupun terjawab mungkin akan menimbulkan pertanyaan konyol lagi.

Kubiarkan saja menjadi sebuah kisah yang akan menjadi referensiku di masa mendatang. Bahwa tak selamanya apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Dan semua yang kita anggap benar mungkin saja adalah hal yang keliru. Larut meratapi kisah itu, hanya pembodohan bagiku.

Kepada penganut kalimat itu aku ucapkan teorimu memang benar. Tak mungkin aku persalahkan bila itu memang jalannya. Tak mungkin aku perdebatkan karena telah memihak kepadamu.

Kepada yang meresapi teori itu, kuharap jangan hanya menjadi pecundang di dunia khayal dan di dunia nyata.
 Bila jalan itu yang kau lewati katakanlah. Karena aku akan mengantarkanmu sampai gerbang pintu hatiku dan melambaikan tangan kepadamu. Jangan kau diam, hingga aku kebingungan antara membiarkan pintu ini terkunci atau tidak.

Jangan menakuti apa pun dariku. Justru aku akan memberikan senyuman terbaikku ketika kau telah menemukan kediaman baru di hatimu. Dan mendoakanmu bahagia di sana.
Malam ini biarkan aku dalam kesendirianku. Jangan kau bayangi lagi dengan sorot temaram ketidakjelasanmu. Hingga ada seseorang yang akan singgah dan mengatakan nyaman berada dalam rumahku.

Bukittinggi, 19 Januari 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother how are you today ?

Salam hangat

A.D.I.L.