Untuk yang terlewatkan
Aku mengeja kata dalam setiap kalimat yang kau lontarkan. Dalam detik-detik yang sesungguhnya masih kita miliki. Sampai batas waktu yang tak pernah mau berkata. Mengapa angin masih saja diam sementara dedaunan ingin segera menari ?
Dalam keinginanku yang merindu akan teduhnya mata yang tulus kau layangkan kepadaku. Aku berharap masih ada rasa itu dan menguat dalam sanubari kita. Entah engkau akan termiliki hati yang lain, namun jiwaku ingin bersanding denganmu.
Adakah hati yang bisa meramal masa ?
Hingga aku dapat mengenalimu pada setiap waktu yang tidak kita kenali. Pada setiap perubahan yang semakin akrab. Aku dan semua yang pernah kau torehkan dalam hatimu. Menjadi cerita yang tak lekang melilit pikiran. Melayang-layang dalam kenangan yang tiba-tiba muncul.
Lalu mengapa masih ada kamu jika aku tak ingin bersamamu ?
Lalu mengapa ada cinta jika aku ingin menjauh darimu ?
Mengapa segalanya masih terbaca jika aku tak ingin menuliskannya ?
Apakah hanya letih yang bersandar atau kebodohan yang merajalela ?
Aku rindu ketulusanmu...
Aku suka caramu menyanjungku...
Aku ingin engkau....
Tapi aku tak mampu....
11 Oktober 2011

Komentar
Posting Komentar